Rabu, 28 Agustus 2024

DAMPAK KETERAMPILAN BERPIKIR LOGIS DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP EFEKTIVITAS MAGANG MAHASISWA AKUNTANSI GENERASI Z THAILAND: PERAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI

 

Narinthon Imjai a , Somnuk Aujirapongpan b , Zulnaidi Yaacob c

a.      Fakultas Ilmu Manajemen, Universitas Rajabhat Nakhon Si Thammarat, Nakhon Si Thammarat, Thailand

b.      Sekolah Akuntansi dan Keuangan, Universitas Walailak, Nakhon Si Thammarat, Thailand

c.      Bagian Manajemen,  Sekolah Pendidikan Jarak Jauh, Universiti Sains Malaysia, Malaysia

Resume :

Dalam akuntansi Mahasiswa, teknologi memiliki peran ganda, tidak hanya memfasilitasi pengelolaan data keuangan tetapi juga menggunakan pengaruhnya sebagai hal yang penting instrumen untuk analisis dan sintesis data (Peoni & Tungka, 2023). Penanaman Kemampuan Belajar Mandiri muncul sebagai keterampilan dasar yang diperlukan untuk menavigasi zaman digital transformatif (Berger et al., 2021). Untuk menjelaskan, Keterampilan Berpikir Logis memberdayakan mahasiswa untuk mahir membedah, menyelesaikan, dan menyimpulkan solusi untuk kompleks masalah (Turan et al., 2019), sedangkan Literasi Digital yang kuat melengkapinya untuk beradaptasi mulus dengan lingkungan magang yang menekankan data digital pemanfaatan (Minic, 2014).

Di dalam artikel ini menguraikan pentingnya Keterampilan Berpikir Logis, Literasi Digital, dan Kemampuan Belajar Mandiri bagi mahasiswa, khususnya dalam konteks pendidikan akuntansi. Ini menekankan perlunya keterampilan dalam menavigasi kompleksitas pendidikan modern dan lingkungan profesional, terutama bagi siswa Generasi Z, yang telah tumbuh di era digital. Keterampilan Berpikir Logis disorot sebagai penting untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan di bidang akuntansi, di mana penalaran yang tepat dan logis sangat penting. Di dalam artikel ini juga mengacu pada teori perkembangan kognitif Piaget untuk mengilustrasikan bagaimana keterampilan ini berkembang dan pentingnya mereka dalam pendidikan. Literasi Digital lebih dari sekadar menggunakan teknologi; tetapi melibatkan pemahaman dan pemanfaatan informasi digital secara efektif. Bagi mahasiswa akuntansi, melek digital sangat penting untuk menangani data keuangan yang kompleks dan tetap kompetitif di pasar kerja.

Di dalam artikel ini memberikan analisis komprehensif dari data yang dikumpulkan dari 559 peserta dari 682, mewakili tingkat respons 81,96%. Pesertanya didominasi perempuan (90,7%), dan mayoritas adalah mahasiswa tahun keempat (84,6%). Artikel ini juga menilai berbagai faktor seperti Keterampilan Berpikir Logis (LTS), Literasi Digital (DL), Kemampuan Belajar Mandiri (SLC), dan Efektivitas Magang Akuntansi (AIE), menggunakan ukuran statistik yang berbeda. Artikel ini menggarisbawahi pentingnya Literasi Digital dan Keterampilan Berpikir Logis dalam meningkatkan Kemanjuran Magang Akuntansi bagi siswa Generasi Z Thailand, yang bersiap untuk menjelajah ke lanskap bisnis. Dengan ini menekankan betapa pentingnya Kemampuan Belajar Mandiri sebagai jembatan penting yang membantu mahasiswa menggabungkan dan menggunakan Literasi Digital dan Pemikiran Logis dengan lebih sukses selama magang. Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Logis memungkinkan mahasiswa untuk memeriksa dan mensintesis data dalam lanskap teknologi yang berubah dengan cepat saat ini. Pengalaman magang mereka akan memiliki dampak yang lebih besar karena mereka akan dapat menggunakan alat dan teknologi mutakhir berkat literasi digital. Kemampuan belajar mandiri yang kuat memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dengan lebih efektif.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DAMPAK KETERAMPILAN BERPIKIR LOGIS DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP EFEKTIVITAS MAGANG MAHASISWA AKUNTANSI GENERASI Z THAILAND: PERAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI

  Narinthon Imjai a , Somnuk Aujirapongpan b , Zulnaidi Yaacob c a.         Fakultas Ilmu Manajemen, Universitas Rajabhat Nakhon Si Thamma...