Narinthon Imjai a , Somnuk
Aujirapongpan b , Zulnaidi Yaacob c
a. Fakultas Ilmu Manajemen,
Universitas Rajabhat Nakhon Si Thammarat, Nakhon Si Thammarat, Thailand
b. Sekolah Akuntansi dan Keuangan,
Universitas Walailak, Nakhon Si Thammarat, Thailand
c. Bagian Manajemen, Sekolah Pendidikan Jarak Jauh, Universiti
Sains Malaysia, Malaysia
Resume :
Dalam akuntansi Mahasiswa,
teknologi memiliki peran ganda, tidak hanya memfasilitasi pengelolaan data
keuangan tetapi juga menggunakan pengaruhnya sebagai hal yang penting instrumen
untuk analisis dan sintesis data (Peoni & Tungka, 2023). Penanaman Kemampuan Belajar Mandiri
muncul sebagai keterampilan dasar yang diperlukan untuk menavigasi zaman
digital transformatif (Berger et al., 2021). Untuk menjelaskan, Keterampilan
Berpikir Logis memberdayakan mahasiswa untuk mahir membedah, menyelesaikan, dan
menyimpulkan solusi untuk kompleks masalah (Turan et al., 2019), sedangkan
Literasi Digital yang kuat melengkapinya untuk beradaptasi mulus dengan
lingkungan magang yang menekankan data digital pemanfaatan (Minic, 2014).
Di dalam artikel ini menguraikan
pentingnya Keterampilan Berpikir Logis, Literasi Digital, dan Kemampuan Belajar
Mandiri bagi mahasiswa, khususnya dalam konteks pendidikan akuntansi. Ini
menekankan perlunya keterampilan dalam menavigasi kompleksitas pendidikan
modern dan lingkungan profesional, terutama bagi siswa Generasi Z, yang telah
tumbuh di era digital. Keterampilan Berpikir Logis disorot sebagai penting
untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan di bidang akuntansi, di mana
penalaran yang tepat dan logis sangat penting. Di dalam artikel ini juga mengacu
pada teori perkembangan kognitif Piaget untuk mengilustrasikan bagaimana
keterampilan ini berkembang dan pentingnya mereka dalam pendidikan. Literasi
Digital lebih dari sekadar menggunakan teknologi; tetapi melibatkan pemahaman
dan pemanfaatan informasi digital secara efektif. Bagi mahasiswa akuntansi,
melek digital sangat penting untuk menangani data keuangan yang kompleks dan
tetap kompetitif di pasar kerja.
Di dalam artikel ini memberikan
analisis komprehensif dari data yang dikumpulkan dari 559 peserta dari 682,
mewakili tingkat respons 81,96%. Pesertanya didominasi perempuan (90,7%), dan
mayoritas adalah mahasiswa tahun keempat (84,6%). Artikel ini juga menilai
berbagai faktor seperti Keterampilan Berpikir Logis (LTS), Literasi Digital
(DL), Kemampuan Belajar Mandiri (SLC), dan Efektivitas Magang Akuntansi (AIE),
menggunakan ukuran statistik yang berbeda. Artikel ini menggarisbawahi
pentingnya Literasi Digital dan Keterampilan Berpikir Logis dalam meningkatkan Kemanjuran
Magang Akuntansi bagi siswa Generasi Z Thailand, yang bersiap untuk menjelajah
ke lanskap bisnis. Dengan ini menekankan betapa pentingnya Kemampuan Belajar
Mandiri sebagai jembatan penting yang membantu mahasiswa menggabungkan dan
menggunakan Literasi Digital dan Pemikiran Logis dengan lebih sukses selama
magang. Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Logis memungkinkan mahasiswa untuk
memeriksa dan mensintesis data dalam lanskap teknologi yang berubah dengan
cepat saat ini. Pengalaman magang mereka akan memiliki dampak yang lebih besar
karena mereka akan dapat menggunakan alat dan teknologi mutakhir berkat
literasi digital. Kemampuan belajar mandiri yang kuat memungkinkan mahasiswa
untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dengan lebih efektif.
